Skip to main navigation Skip to main content

Terjemahan halaman tidak tersedia

Halaman ini tidak tersedia dalam bahasa yang telah dipilih dan akan ditampilkan dalam bahasa Inggris.

Fakta-fakta tentang kriopreservasi embrio

Pembekuan embrio untuk wanita penderita kanker

Pada saat didiagnosis kanker, banyak wanita mengakui bahwa mereka menginginkan anak di masa depan atau menambah jumlah anak dalam keluarga mereka. Dalam kedua kasus tersebut, kriopreservasi embrio adalah pilihan kesuburan yang direkomendasikan untuk dipertimbangkan.

Jika anda berusia di bawah 35 tahun, peluang anda untuk hamil jauh lebih tinggi daripada wanita di atas 35 tahun. Namun, jika anda baru saja didiagnosis menderita kanker, potensi reproduksi anda dapat menurun setelah pengobatan kemoterapi karena kemungkinan kerusakan pada ovarium anda.

Kriopreservasi embrio adalah pengobatan kesuburan yang patut dipertimbangkan sebelum memulai pengobatan kanker anda untuk menjaga kesuburan anda.

Penjelasan tentang kriopreservasi embrio

Kriopreservasi embrio adalah proses pembekuan embrio wanita. Proses ini melibatkan pengambilan sel telur yang kemudian dibuahi secara in vitro, dibekukan, dan disimpan dalam nitrogen cair untuk digunakan di masa mendatang. Setelah seorang wanita siap menjadi ibu, embrio akan dicairkan dan dimasukkan ke dalam rahimnya.

Saat ini, metode ini dianggap sebagai standar emas dalam pelestarian kesuburan. Kriopreservasi embrio cocok untuk wanita yang sudah menikah dan ingin memiliki keluarga di masa depan, terutama ketika kesuburan mereka mungkin telah terpengaruh oleh pengobatan seperti kemoterapi, radiasi pada panggul, atau prosedur bedah yang dapat merusak ovarium.

Proses pembekuan embrio

Proses pembekuan embrio mencakup tiga fase berbeda: stimulasi, pengambilan dan pembuahan sel telur, dan kriopreservasi. Seorang spesialis kesuburan akan melakukan penilaian awal untuk menentukan jumlah sel telur yang layak untuk diambil melalui tes darah dan USG panggul.

Stimulasi

Stimulasi ovarium dimulai dengan penyuntikan hormon menggunakan metode in vitro fertilisation (IVF) selama kurang lebih 14 hari. Obat-obatan stimulasi dapat diberikan sendiri melalui alat pena dan jarum kecil, yang akan diajarkan cara penggunaannya oleh spesialis anda.

Pengambilan telur

Prosedur ini dilakukan di bawah anestesi ringan atau sedasi. Sebuah probe yang dipandu USG dimasukkan ke dalam vagina untuk mengumpulkan sel telur. Di dalam probe, jarum melewati dinding vagina ke dalam ovarium dan sel telur disedot. Karena prosesnya singkat (membutuhkan waktu hingga 2 jam), anda dapat pulang pada hari itu juga. Setelah sel telur diambil, sel telur tersebut akan dibuahi pada hari yang sama.

Vitrifikasi

Penilaian mikroskopis terhadap embrio dilakukan sebelum dibekukan. Embrio kemudian dibekukan menggunakan pendinginan cepat dan ditempatkan ke dalam nitrogen cair untuk penyimpanan.

Risiko pembekuan embrio

Beberapa wanita berisiko mengalami Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS)—pembesaran ovarium dan penumpukan cairan di perut dan panggul. Jika tidak diobati, kondisi ini berpotensi serius.

FAQs

Referensi

Konten di situs web Icon Oncology hanya bertujuan untuk informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis. Ini bukan pengganti konsultasi dengan praktisi medis yang berkualifikasi. Untuk panduan medis yang dipersonalisasi, silakan berkonsultasi dengan dokter umum anda atau penyedia layanan kesehatan berkualifikasi lainnya.