Skip to main navigation Skip to main content

Terjemahan halaman tidak tersedia

Halaman ini tidak tersedia dalam bahasa yang telah dipilih dan akan ditampilkan dalam bahasa Inggris.

Lima pertanyaan yang paling sering diajukan tentang radioterapi beserta jawabannya

Dr. Francis Chin menjawab pertanyaan yang paling sering diajukan tentang radioterapi

Radioterapi adalah salah satu metode pengobatan yang paling umum digunakan untuk mengobati kanker, bersamaan dengan pembedahan dan kemoterapi. Simak jawaban Dr. Francis Chin (Konsultan Senior Onkologi Radiasi, Kedokteran Paliatif), Ahli Onkologi Radiasi dari Icon Cancer Centre, untuk beberapa pertanyaan penting anda tentang pengobatan radioterapi untuk kanker.

1. Bagaimana cara kerja radioterapi?

Terapi radiasi, juga dikenal sebagai radioterapi, menggunakan dosis kecil radiasi yang sangat terarah untuk mengobati dan mengelola kanker dengan aman. Hal ini dilakukan dengan memberikan radiasi dalam jangka waktu yang lama, biasanya berhari-hari dan berminggu-minggu, untuk menghancurkan sel-sel kanker (yang lebih sensitif terhadap radiasi) sambil menjaga sel-sel sehat normal.

2. Berapa lama durasi setiap sesi?

Radioterapi biasanya diberikan setiap hari (Senin hingga Jumat) selama beberapa minggu, yang membantu sel-sel sehat anda pulih sekaligus memberikan radiasi yang cukup untuk menargetkan sel-sel kanker. Sesi ini umumnya berlangsung antara lima hingga 20 menit dan anda biasanya tidak perlu dirawat di rumah sakit setelah pengobatan radioterapi.

Durasi sesi pengobatan hanyalah panduan dan rangkaian radioterapi bersifat unik untuk setiap individu, tergantung pada lokasi dan stadium penyakit, jenis kanker, usia, dan kesehatan umum.

3. Apakah ada efek samping dari radioterapi?

Terdapat beberapa efek samping jangka pendek umum yang muncul selama pengobatan radioterapi. Efek samping ini dapat berupa reaksi kulit seperti kemerahan, gatal, dan iritasi di area yang dirawat, yang biasanya akan hilang empat hingga enam minggu setelah pengobatan. Tim perawatan anda akan menunjukkan cara merawat kulit anda dan mengatasi reaksi kulit apa pun.

Efek samping umum lainnya dari pengobatan radioterapi adalah kelelahan. Anda mungkin merasa lelah atau kekurangan energi untuk aktivitas sehari-hari selama pengobatan, yang dapat memburuk menjelang akhir pengobatan. Ini adalah reaksi umum terhadap radioterapi dan setiap orang biasanya terpengaruh dalam tingkat yang berbeda-beda, yang juga dapat bergantung pada apakah anda juga menerima pengobatan kanker lain seperti kemoterapi. Kelelahan biasanya mereda beberapa minggu setelah pengobatan selesai. Menemukan keseimbangan antara istirahat dan aktivitas akan membantu anda menjalani kehidupan sehari-hari.

Jika anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping, silakan diskusikan hal ini dengan dokter spesialis radiasi anda karena merekalah orang yang paling tepat untuk memberikan detail lebih lanjut.

4. Apa saja manfaat radioterapi dibandingkan dengan pengobatan kanker lainnya?

Tergantung pada jenis kanker yang anda derita dan kebutuhan unik anda, radioterapi mungkin merupakan satu-satunya pengobatan kanker yang diperlukan. Salah satu manfaat radioterapi adalah biasanya diberikan sebagai pengobatan rawat jalan, sehingga pasien masih dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dan menjalani kehidupan normal.

Radioterapi juga bekerja sama dengan pengobatan lain seperti pembedahan, kemoterapi, dan imunoterapi. Radioterapi dapat mengurangi risiko kekambuhan kanker jika diberikan sebelum atau sesudah pembedahan untuk banyak jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker rahim, kanker kulit, dan kanker prostat.

Kanker lainnya seperti kanker kepala dan leher, kanker kandung kemih, kanker paru-paru, dan kanker serviks biasanya akan diobati dengan radioterapi sebagai pengobatan utama untuk menghindari perlunya pengangkatan organ dan/atau menghindari pembedahan.

Radioterapi juga dapat digunakan sebagai perawatan paliatif untuk kanker stadium lanjut guna memberikan manajemen nyeri yang efektif.

5. Saya membaca bahwa paparan radiasi dapat menyebabkan kanker dan masalah jantung. Bagaimana radiasi masih bisa mengobati kanker?

Ketika radioterapi diberikan ke area dada untuk kanker seperti kanker paru-paru, kanker esofagus, atau kanker payudara, ada risiko kecil bahwa masalah jantung tertentu dapat berkembang karena radiasi diberikan ke jaringan sehat di sekitar kanker. Kondisi jantung yang mungkin berkembang meliputi:

  • Perikarditis – Peradangan pada jaringan yang mengelilingi jantung

  • Penyakit arteri koroner dini dan aterosklerosis

  • Miokarditis – Peradangan pada otot jantung

  • Gagal jantung kongestif – Hilangnya kemampuan jantung untuk memompa darah

  • Penyakit katup jantung

  • Perubahan irama jantung – Aritmia

  • Kardiomiopati – Pembesaran jantung

Namun, ada sejumlah teknik yang digunakan untuk mengurangi kerusakan pada jantung dan organ di sekitarnya selama radioterapi, seperti Deep Inspiration Breath Hold (DIBH). Proses ini melibatkan menahan napas dalam jumlah tertentu dalam waktu singkat selama pengobatan, yang memungkinkan jantung bergerak mundur ke dalam rongga dada sementara payudara terpapar radiasi.

Biasanya, dokter anda akan menilai riwayat kesehatan pribadi anda sebelum memutuskan pengobatan terbaik untuk kanker anda. Berikut beberapa faktor yang akan dipertimbangkan dokter:

  • Faktor risiko penyakit jantung – Seperti obesitas, merokok, diabetes, dan riwayat keluarga

  • Riwayat pribadi penyakit jantung

Orang yang pernah menjalani radioterapi untuk kanker sebelumnya memiliki risiko sedikit lebih tinggi untuk terkena kanker lagi. Risikonya berbeda-beda tergantung pada bagian tubuh mana yang diobati, dosis radiasi yang diterima, dan usia saat diobati, dengan rata-rata waktu sekitar 10 tahun antara pengobatan radiasi dan diagnosis kanker sekunder. Jika anda khawatir tentang kanker lain yang mungkin berkembang setelah pengobatan radioterapi, silakan diskusikan hal ini dengan dokter anda.