Biografi
“Saya berkomitmen untuk memberikan perawatan berkualitas tertinggi bagi pasien saya, melalui penelitian dan penggunaan teknologi baru untuk meningkatkan perawatan dan hasil pasien.”
Dr. Wong Ru Xin adalah seorang ahli onkologi radiasi berpengalaman, yang mengkhususkan diri dalam kanker payudara, kepala dan leher, pediatrik, otak, dan kulit, serta pengobatan sarkoma.
Dr. Wong memegang gelar Sarjana Kedokteran, Sarjana Bedah (MBBS) dari National University of Singapore (NUS) dan lulus dengan predikat Dean's List. Saat ini beliau merupakan bagian dari Singapore Radiological Society (SRS), Southeast Asia Radiation Oncology Group (SEAROG), Paediatric Radiation Oncology Society (PROS), Particle Therapy Cooperative Group Asia Oceania (PTCOG-AO) dan merupakan anggota Royal College of Radiologists UK (FRCR) dan Royal College of Surgeons UK (MRCS). Beliau mahir dalam teknik-teknik seperti 3D, Image-Guided Radiation Therapy (IGRT), Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT), Stereotactic Body Radiation Therapy (SBRT), dan Proton Beam Therapy.
Dr. Wong menerima pelatihan spesialis onkologi radiasi di Pusat Kanker Nasional Singapura, tempat ia menerima beberapa hibah penelitian dan klinis untuk menerapkan teknologi baru. Ia juga menerima Hibah Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kesehatan untuk mempelajari terapi sinar proton di Amerika Serikat, tempat ia menyelesaikan pelatihan khusus dan observasi di St. Jude Children’s Research Hospital, Pusat Proton Provision Cares, dan Pusat Proton Kobe.
Dr. Wong berkomitmen untuk meningkatkan kenyamanan dan perawatan pasien, dan telah menerapkan beberapa teknologi dalam praktiknya, termasuk penggunaan brakiterapi interstisial pada sarkoma pediatrik dan mempelajari re-iradiasi dosis rendah untuk sarkoma tulang berulang. Melalui kolaborasi dengan berbagai departemen, beliau juga telah memulai sistem pelaporan hasil elektronik dari pasien untuk kualitas hidup.
Selain praktik klinisnya, ia juga menyumbangkan pengetahuan dan keahliannya yang luas pada kurikulum keperawatan onkologi di Nanyang Polytechnic dan pernah menjadi asisten profesor di Duke-NUS Medical School.
