Iconic Updates / 27 Mar, 2020

Kanker paru pada perempuan

Icon Writers

Kanker paru pada perempuan

Onkolog Medis dari Icon, Dr Daniel Chan tampil pada suratkabar The Straits Times pada tanggal 30 Maret 2020 membicarakan masalah kanker paru pada orang muda dan bagaimana mereka dapat mengurangi risiko terkena penyakit ini. Pada artikel di bawah ini, beliau membahas mengenai stigma seputar kanker paru dan apa penyebab risikonya pada para perempuan.

Di Asia, sekitar 60 hingga 80 persen perempuan yang menderita kanker paru bukanlah perokok. Meskipun merokok menyebabkan risiko yang secara signifikan lebih tinggi terkena kanker paru, di mana dengan berhenti merokok dapat mengurangi risiko hingga 90%, banyak perempuan yang terdiagnosis kanker paru tidak pernah merokok. Orang seringkali berpikir bahwa mereka yang terkena kanker paru adalah karena kesalahan mereka sendiri; hal ini dapat sangat memengaruhi perempuan di saat mereka justru membutuhkan lebih banyak dukungan dibandingkan sebelumnya.

Faktor risiko kanker paru bagi non-perokok

Ada berbagai faktor lain yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker paru, seperti:

  • Perokok pasif – ada peningkatan risiko bagi orang non-perokok yang menghirup asap rokok orang lain. Tinggal bersama seseorang yang merokok dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker paru sekitar 20-30%.
  • Paparan asbes dan racun lainnya – orang yang terpapar asbes (biasanya digunakan dalam bahan bangunan) dan racun lain seperti radon (gas radioaktif yang digunakan dalam industri pertambangan) memiliki peningkatan risiko terkena kanker paru.
  • Usia – risiko terkena kanker paru meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar kanker paru didiagnosis pada orang yang berusia di atas 60 tahun.
  • Riwayat kesehatan – orang yang memiliki riwayat medis penyakit paru seperti emfisema atau fibrosis paru mungkin memiliki risiko terkena kanker paru lebih tinggi.

Bagaimana stigma mempengaruhi perempuan penderita kanker paru?

Sebelum Anda menghakimi seseorang atas kanker yang dideritanya, adalah penting untuk memahami tantangan yang mungkin dihadapi perempuan penderita kanker paru dari masyarakat, tenaga kesehatan, bahkan dari diri mereka sendiri. Rasa bersalah dan malu yang terkait dengan diagnosis kanker paru dapat menyebabkan perempuan menunda menemui tenaga Kesehatan profesional, yang berarti mereka akan terdiagnosis dengan kanker stadium lebih lanjut dengan peluang bertahan hidup lebih kecil. Sebuah penelitian di Australia baru-baru ini menemukan bahwa 50% penderita kanker paru mengalami tekanan, kecemasan serta depresi, yang dapat memperburuk kualitas hidupnya.

Memperoleh dukungan

Para penderita kanker paru layak mendapatkan dukungan dan perawatan berkualitas sebagaimana halnya penderita kanker jenis lain. Di Icon kami akan mendampingi Anda dengan bangga di sepanjang perjalanan Anda, mendukung setiap langkah Anda. Untuk informasi lebih lanjut tentang kanker paru dan pengobatannya, klik di sini.

Lihat semua Iconic Updates

Cari